Cerita Dewasa Sex Birahi Dengan Adik Istriku

NADA4D SITUS PALING GACOR 2022

Cerita Dewasa Sex Birahi Dengan Adik Istriku

Cerita Dewasa Sex Birahi Dengan Adik Istriku - Saya merupakan orang pria dan sekarang saya jadi seseorang karyawan yang bekerja dalam suatu bank swasta internasional yang pangkatku cukup tinggi. Saya udah berusia 30 tahun dan posisiku merupakan jadi pimpinan penjualan, katakan saja namaku akbar. Sebab saya mendapatkan status manajer, aku juga jadi stress serta untuk melampiasnya, saya kerap bertandang keluar kota untuk menyingkirkan stress bersama dengan istriku.

Akan tetapi entahlah kenapa, sejumlah minggu ini istriku tampak ringan sekali geram, maka dari itu di saat saya berasa tak ingin kerjakan hubungan seksual kerap kali tidak berhasil. Ini membuat fokusku dalam tugas sedikit terusik. Betul-betul untuk kita banyak lelaki, sex terus jalan pertama-tama yang kita menempuh dalam kurangi beban ingatan, kalau tidak tersalurkan maka mengusik semangat serta pemikiran kita. Serta soal itu dia yang saya alami sejumlah minggu akhir-akhir ini.

Manalagi bulan-bulan ini yakni bulan mendekati hari raya lebaran yang mana semuanya baik itu besar atau kecil memperoleh keuntungan sebesarnya. Sementara itu ditempatku, kondisinya kebalik maka dari itu penekanan yang saya rasakan lebih berat serta membuatku mesti melepas seluruh beban itu dengan lakukan semuanya di kamar mandi, sebab istriku sendiri mengalami persoalan dalam tempat kerja.

Akan tetapi semuanya usai saat hari itu, hari kamis. Di mana saya pulang kerumah seperti umumnya waktu 19.00. Saya hingga sampai dalam rumah, sehabis memarkirkan mobilku, saya jalan masuk serta berbicara dengan istriku yang baru pulang dari kerja. Kami berciuman dipipi Ke mana saja lalu saya masuk ke kamar untuk berpindah baju. Lantas aku juga mandi buat memberi kesegaran diri dari semua kepenatan yang menglingkupiku. Selesai mandi, di luar kedengar nada orang ketawa dan seusai saya keluar saya memandang rekan wanita adik istriku tiba bertandang. Gadis itu yang memiliki nama Fitri, yang tinggal sejumlah rumah dari rumahku ini.

"Malam mas…?", sapa Fitri padaku.

"Malam Fitri, pa kabar…?", saya balik menanyakan.

"Baiiiik sekali mas. memang bagaimana kondisi kantornya? Kok nampaknya tegang sekali begitu ya…?", Fitri padaku sebab melihatku kusut walau sudah tuntas bersihkan diri.

"Begitu deh, namanya kantor pastilah teganglah..". Jawabku singkat.

Gak berniat, saya mencermati Fitri yang memanfaatkan kemeja kerjanya. Dia terlihat demikian elok, ditambah lagi tugas adalah tugas penting disalah satu perusahaan IT yang populer di Ibukota. Tetapi semuanya itu saya kesampingkan.

Cerita Dewasa Sex Birahi Dengan Adik Istriku

Saya dekati istriku yang masa itu lagi tukar busana, selesai usai mandi. AKu dekap ia dari belakang dan memulai menciumi lehernya sebagai satu diantaranya titik kurang kuatnya, tapi bukan nafsu yang kudapatkan jadi dipandang yang membuat berang. Dia mendorongku dan menuturkan kalau dia tengah tidak suasana hati buat melayaniku, jadi aku juga pergi dan duduk dihalaman rumah sekalian merokok buat menyingkirkan emosi yang membara di dalam hati.

Saya duduk menyendiri sembari nikmati bir yang saya membawa dari dalam sembari merokok. Memandang kelangit yang gelap, mengayalkan bagaimana kehidupanku di periode mendatang. Saya yang secara prinsip ialah lelaki yang setia, gak mampu memikir mesti pisah dengan istriku, dan hidup menyendiri. Benar-benar sebuah bayang-bayang yang terus kutepis.

Tapi bayang-bayang dapat dekati fakta, semuanya ditunjang dengan keadaan istriku yang tengah populer dan penghasilan yang semakin besar dariku, atau dia sudah mendapati rekan pria lain. Pikiran2 Tersebut yang selaluku sampai kini. Karena sangat repot dengan pikiranku sendiri sampai mengerti kedatangan Fitri yang duduk di depanku. Saya terkaget sewaktu Fitri panggilku dengan lumayan keras.

"Mas…!!!".

"Eh ya, sori tak denger…?!", kataku terkejut.

"Ih mas akbar, melamun selalu tuch..?", kata Fitri kembali.

"Iya, maaf ya. Bener-bener ada apakah fen..?", bertanya mereka kembali.

"Gpp mas, terlihatnya mas akbar pusing sekali, kusut getho..?".

"Biasa sajalah banyak masalah…?!".

"EMang Fitri dapat tolong apaan…?", kata Fitri gairah.

Saya sempat terperanjat dengar pengakuan Fitri, akan tetapi saya selekasnya menjawab,

"Tidak perlu, kok tidak langsung pulang mengapa Fitri..?", bertanya balik.

"Hehehehe… di rumah tak ada orang, feny takut sendiri, pulangnya entar menunggu mama..", kata Fitri malu2.

Sehabis saya ambil minumanku serta minum, tetapi saat saya menengok menjurus Fitri terkuak serta melihat kelembutan pahanya yang putih, membuatku langsung terangsang. Lantas saya bertumpu serta menggerakkan kembali rokokku, coba hilangkan semuanya hasrat yang ada mendadak. Lantas istriku serta adiknya keluar di rumah serta mohon pamit padaku buat keluar secepatnya mall, untuk berbelanja keperluan bulanan. AKu mengusikk, sementara adik iparku berkata di Fitri memohon tunggu jika ingin, bila tak turut saja. Sementara Fitri menjawab tunggu saja. Lakukan istriku dan meninggalkan tinggalkan rumah.

Saya berucap di Fitri, jika butuhku saya ada dalam. Lantas saya pergi tinggalkan Fitri yang duduk sembari bermain dengan HPnya. Saya masuk ke, tetapi saya di ruang tamu dekat gordin, untuk melihat lebih dekat Fitri yang membelakangi korden, sehingga bisa nampak lebih terang. Ditambah lagi di saat Fitri melepaskan blasernya, kerja bloush yang memliki renda pada wilayah kancing, dengan warna yang tidak jelas namun menyaksikan kemegahan badan imut Fitri. Saya tidak tahan kembali, karenanya aku juga lekas pergi tinggalkan tempat tamu serta ke arah kamarku. Penisku telah demikian tegangnya, selang berapa saat kedengar nada panggian Fitri padaku,

Baca juga: Cerita Dewasa Sex Birahi Dengan Adik Istriku

"Mas..mas akbar…mas..?".

"Apa Fitri..??", ajukan pertanyaan sembari buka pintu kamarku.

"Mas, Fitri menumpang minum ya..?".

"Ya..?", jawabku singkat.

Memandang nanar badan Fitri yang cantik, manalagi ketika itu tak pakai kembali blasernya, dengan bloush yang berefek pada badan cantik> Bra warna biru yang tercetak terang bikin saya makin tidak bisa nafsuku sendiri, kemungkinan gak demikian nampak sebab tertutup blasernya, tetapi saat ini semuanya itu demikian elok serta merayu.

Tuntas minum, Fitri kembali ke arah kamar makan di mana saya telah menunggunya. Kami bersua serta Fitripun tersenyum manis. Saya berdiri didepannya, lalu Fitri jalan kembali disampingku. Ada keraguan dalam hati tentang semuanya ini, di antara nafsu dan akal sehatku. Tapi nafsukulah juaranya, jadi dalam waktu cepat tangan feny saya bekuk, serta dia kaget. Saya kembali serta selekasnya menarik Fitri ke pelukanku. Fitri tidak menantang cuma mengatakan keterkejutan penuh rasa. Saya dekap Fitri serta kecupan halus, tapi penuh hasrat.

Fitri tidak menantang pasrah, sampai selanjutnya dia terikut oleh nafsunya sendiri serta membalasnya lumatanku. Tanganku tidak stop demikian saja, meraba punggungnya, turun ke bawah lalu meremas kuat bongkahan bokong yang bundar serta penuh punya Fitri, untuk tingkatkan terangsang. Penisku yang paling tegang melekat keras pada perut Fitri, renyutan kuat penisku berasa demikian kuat bikin Fitripun turut bergairah.

Tanganku bergerak lebih liar, ke arah sisi depan badan Fitri. Buka kancing bloushnya satu diskusi dengan terbuka semua, dan menyelisip masuk ke dalamnya, saya remas halus payudara Fitri yang mempunyai ukuran kira2 34 cup b itu. Tiap reasan yang saya melakukan Fitri mengaduh sela kecupanku, menghidupkan semangat. Lalu tiada kusadari tangan Fitri bergerak tuju selangkanganku, open celanaku serta meremas halus penisku yang sangat tegang. 

Sejenak lalu, berpijar saya kalau yang saat ini kulakukan ini peraturan serta saat itu pula saya membebaskan kecupanku namun juga remasanku pada payudara Fitri. Saya jalan mundur sembari mengutarakan penuh perasaan bersalah di Fitri yang telah terangsang oleh karenaku. Parasnya seiringnya memeras, serta napasnya lantas mengincar dengan nafsu yang mencapai puncak.

"Maaf..maafkan…aku Fitri..maaf..", kataku berpikiran.

"Maafkan mas akbar, Fitri, maaf…", kataku bertambah kisruh.

Tetapi mendadak Fitri sentuh bibirku dengan jarinya, serta berucap halus,

"Gpp kok mas. Fitri tahu kok…", kata Fitri pilihku.

"Bener-bener mas akbar kembali pingin sekali ya…?", bertanya Fitri kembali.

"Iya, namun ya udahlah, gpp. Maafkan mas ya Fitri…?!", kataku kembali.

"Pengin tidak bantuin Fitri…?", kata Fitri perlahan sembari memonitor tajam.

Cerita Dewasa Sex Birahi Dengan Adik Istriku

NADA4D SITUS PALING GACOR 2022

Saya kaget dengan jawabnya. dan menyampaikan Fitri seakan tidak yakin dengan yang baru-baru ini dia ucapkan. Fitri dekatiku, lalu dia menarikku merapat serta berbisik ditelingaku, dia menciumku setelah itu.  Secara halus, sampai pada akhirnya aku juga membalasnya kecupannya.

Tangan Fitri arahkan kami mengarah merapat, dan meletakkannya di payudaranya, lalu menolong menolong meremas payudaranya sendiri. Saya, kerjakan pertama secara halus lalu kian kuat serta penuh hasrat. Setelah itu, saya merengkuh badan Fitri dengan kuat. Kecupankupun turun di leher tingkatan Fitri. Desahan halus dari semangat fe, waktu kita buka kait penahan bra, lalu menyingkapkannya dan menyalurpun langsung ke luar dengan halusnya Fitri. Desahan Fitri berganti menjadi  erangan penuh nafsu.

"Aaahh..aahh..mas….oohh…..", erang Fitri.

Tanpa ada melepaskan tugas, saya nikmati menikmati serta keelokan badan Fitri.

Waktu berakhir serta kecupankupun sudah berbeda pada payudaranya, erangan dan gelinjang badan Fitri bertambah keras serta kuat. Manalagi saat ini sudah duduk di atas pangkuanku dengan kaki lebar terbuka dan rok span yang terungkap sampai pinggulnya. Kecupan serta jilatanku di payudara Fitri membuatku kian keras, ditambah lagi sewaktu jariku menggosok vagina Fitri yang sudah basah serta cuma ditutup oleh celana dalam bentuk thong kepunyaannya yang udah basah kuyub oleh cairan kepuasannya.

"Aaah..aahh..mass..aahh….aahh…", erang Fitri.

Sehabis sekejap Fitri kembali mengaduh panjang, dan saya segera coba coba kurangi suara erangan kuat Fitri. Badan Fitri menggeliang bagus sembari memegangku erat2. Badan kami berdempetan ketat.

Selesai sesaat lalu, Fitri udah tenang. Dia ucapkan terima kasih padaku, dia tersenyum manis serta berbicara sela gemuruh napasnya,

"Hah..nikmat..sekali..mas..hah..hah..enakk..bang et, sekarang gantian hah..hah..Fitri.".

Dia berdiri dan selanjutnya menarik turun celana dalamku serta terperanjat di saat lihat penisku yang udah tegang berdiri dengan kokohnya, penisku yang mempunyai ukuran sekita 15 cm tidak demikian panjang tapi diameternya yang gendut kelihatan besar. Fitri menggenggamnya penuh rasa hati2 serta gairah, seusai tergenggam, Fitri mengocaknya perlahan-lahan serta bikin yang udah berbahagia bertambah lebih simpel sampai pucuk nafsuku. Eranganku mengeras sejalan dengan kocokan Fitri pada penisku.

Baca juga: Cerita Dewasa Sex Birahi Dengan Adik Istriku

Fitri membawa badannya dan sembari menyingkapkan celana dalam bentuk thong punya saya bimbing penisku pas berdiri tegak di bawah bibir vaginanya. Fitri turunkan perlahan-lahan dan peniskupun bibir bibir vagina Fitri, rasa hangat dan basah dan detakan kuat menegur penisku, benar-benar nikmati yang udah lama saya mencari serta damba. Dengan 1 pergerakan penisku tenggelam dalam lubang vagina Fitri, pijatan serta detakan dinding vagina Fitri nikmat,

"Aaahh..mas…aahh….enakk.bangett..aahhh".

Seusai diam diri menyesuaikan, Fitri lalu bergoyang secara halus mundur-maju, memutar dan turun naik, sedangkan penisku ibarat dipelintir serta dan dipijat halus oleh dinding vagina Fitri, bikin cuma gak sampai 2menit udah merintih panjang.

"Aaahh..aahh.Fitri…..Fitri…aahh…aku..mauu..k eluarr..aahh..aahh..", erangku.

"Aaahh..aahh..keluarrinn..keluariinn..mas..aahh..a ahh..enakkk.bangett..". 

Fitripun makin permainkan tehniknya sampai aku juga mengeluh panjang, sembari memegang badan Fitri penisku berkedut kuat memuntah sperma berkali2 dalam lubang vagina Fitri. Fitripun lebih pendusta bergoyang di atas penisku. Sementara pijatan serta remasan dinding vagina Fitri lebih penipu memberinya rasa nikmat yang tidak ada tara.

Rasa nikmat yang tidak ada tara itu kembali menguasaiku waktu, seusai tuntas mencpai pucuknya Fitri tidak stop malahan makin penipu bergoyang. Mendadak Fitri memegangku kuat dibarengi dengan gelinjang dan kejangan pendusta di badannya, kamipun berciuman panas. Sementara Fitri mengawasi vaginanya sampai penisku tenggelam keseluruhannya. Rasa nikmat itu sangatlah sangat.

Kami berangkulan sekejap sampai semuanya berhenti, dan Fitri yang pertama membebaskan dekapannya dan sembari menggenggam, dia berbicara.

NADA4D SITUS PALING GACOR 2022

Cerita Dewasa Sex Birahi Dengan Adik Istriku - "Mas..hah..hah..sedap sekali. Terima kasih mas, nikmat sekali rasanya…hah..hah..".

"Iya, saya pun sedap. Terima kasih Fitri, nikmat sekali. Mas senang sekali..".

"Hihihihi…mas akbar nakal  ya.", kata Fitri yang berdiri, lalu memperbaiki kembali celana dalamnya dan selanjutnya dia bertimpuh di depanku.

Dia menggenggam penisku yang tegang dan mengelusnya, lalu menjilat-jilatinya dari buah pelirku s/d kepala penisku.

"Ahh..sedap Fitri, nikmat..ahh.. Maaf ya barusan saya keluar duluan…?", kataku.

"Emmhh..gpp mas, jika mas keluar kembali pun gpp kok.", kata Fitri yang selanjutnya mengulum penisku.

Dia menjepitnya dengan bibir minimnya dan menik turunkan kepalanya sementara lidahnya menjilat-jilati kepala penisku juga Fitri mengerjakan hisapan halus pada penisku. Gabungan dari semuanya itu amat menikmatinya. Fitri membebaskan kulumannya serta kembali mengocak penisku secara lembut, lalu mengulumnya kembali, aku juga mengerang2 kesenangan. Fitri melaksanakan itu berulang-kali, dan dalam menit ke-3  saya mengaduh keras, dan peniskupun megar bertambah besar dan mendadak penisku menyemprtokan sperma di dalam mulut Fitri, Fitri yang mengenal tanda-tanda saya mendapat pucuk keasyikanku gak membebaskan kulumannya justru kian kuat.

"Aaah..aahh..Fitriy..ohh…Fitriy…aahhh..croot.croott..aaahhh..".

Seringkali semprotan pada rongga mulut Fitri, sampai ada banyak tetes spermaku yang keluar sela bibir minimnya yang tengah mengulum penisku. Fitri melepas kulumannya serta sembari berlutut dia menelan spermaku yang mulut mulutnya. Selanjutnya, Fitri saya tolong berdiri dan dia membereskan dianya sendiri yang berantakan, dimulai dari bloush bekerja s/d roknya.

Sejenak seterusnya, feny udah tuntas berbenah serta kembali duduk dihalaman depan, bersama denganku.

"Fitri, tidak kekamar mandi…?", tanyaku.

"Gpp mas, Fitri baik2 saja kok. Terima kasih ya mas..?!", ujar Fitri padaku.

"Iya sama2…", jawabku sembari tundukkan kepala.

Pas selanjutnya, istriku dan adiknya pulang dari mall dekat rumah. Dan situasi rumah ramai kembali seperti umumnya.

Tetapi, yang berlainan ialah suasan hatiku yang sudah memperoleh kepuasan dari Fitri, rekan adik iparkku sendiri. Fitri kelihatan lumayan kusut dengan keringat yang mulai banyak muncul disekujur badannya, sisa spermaku yang pernah tentang payudaranya juga dibuat bersih. Tidaklah ada yang beralih, cuma kurangi beban hati saja.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama